80 Persen Luas Tanah Desa Batu Nampar Dikuasai Investor

LOMBOK TIMUR – Sebanyak 80 persen luas tanah di desa Batu Nampar Selatan Kecamatan Jeroaru Kabupaten Lombok Timur (LOTIM) telah dikuasi oleh investor dengan setatus Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Usaha (HGU). Ironisnya investor yang telah menguasai tanah tersebut, hingga saat ini belum melakukan pembangunan.

Wilayah desa Batu Nampar Selatan dikenal memiliki kekayaan alam yang melimpah terutama kandungan emas. Selain itu desa ini memiliki pesisir pantai yang indah sehingga sangat dilirik investor. “80 persennya telah dikuasai oleh investor, baik itu investor lokal mapun luar negeri. Masyarakat desa batu nampar hanya mengusai 20 persen dari ribuan hektar luas desa ini”. Tutur kepala desa Batu Nampar Mahnan Rasuli saat ditemui di rumahnya.

Dijelaskan Mahnan, para investor yang menguasai tanah tersebut yaitu PT Tanah Pecatu Indah milik Tomi Suharto, PT Brawijaya, PT Perintis Gunawan, serta Perusahaan Asal Australia. Perusahan tersebut bergerak dalam bidang usaha pertambangan, perhotelan dan tambak. “Dari lima perusahaan tersebut hanya dua perusahaan yang telah memulai pembangunan itupun baru proses penimbunan” Tegas Mahnan.

Lebih lanjut Mahnan mengatakan, husus untuk izin pertambangan emas pemerintah desa dan masyarakat tegas melakukan penolakan. Masyarakat hawatir dampak lingkungan yang ditimbulkan dari proses penambangan merusak lingkungan. “Pernah dulu ada penambangan emas, tapi masyarakat menolak alasanya takut longsor” terangnya.

Sementara itu, karena tidak kunjung membangun Mahnan berharap permeritah daerah untuk berperan aktif meminta invstor tersebut segera melakukan pembangunan, agar masaryakat dan pemerintah daerah bisa mendapatkan keuntungan dari kehadiran mereka. “Jangan hanya dijadikan alat, penguasaan tanah ini kan permainan broker. Beli lahan kemudian digunakan jaminan untuk mendapatkan uang” tuturnya. (Ruhel)