Petani Keluhkan Harga Garam Anjlok

LOMBOK TIMUR – Kebijakan pemrintah pusat melakukan impor garam dari luar negeri, mulai berimbas pada anjloknya harga garam ditingkat petani. Garam yang seblumnya seharga 250 ribu perkarunganya ditingkat petani, kini hanya dijual 150 ribu perkarungnya.

Anjloknya harga garam ini membuat petani garam merintih karena pengahsilan mereka menurun derastis. Petani garam di desa Batu Nampar Kecamatan Jeroaru Kabupaten Lombok Timur salah satunya, mereka kini mulai merasakan dampak dari kebijakan impor garam oleh pemerintah pusat, karena mengakibatkan harga garam menjadi turun drastis.

Dari keterangan salah seorang petani garam di desa Batu Nampar Amaq Zakiah menuturkan, sebelum kebijakan impor dikeluarkan pemerintah harga garam rata-rata dijual dikisaran 200 hingga 250 ribu rupiah per karung. kini setelah dilakukan impor harga garam turun 100 ribu rupiah dikisaran 100 ribu hingga 150 ribu rupiah. “harga garam turun sejak pemerintah mulai menerapkan kebijak impor” Tutur Amaq Zakiyah.

Dampak dari anjloknya harga garam ini, penghasilan petani menjadi semakin menurun. Terlebih petani garam didesa batu nampar ini rata-rata tidak memiliki ladang garam, karena ladang tempat mereka bertani merupakan milik orang lain yang dikerjakan dengan sistim pola bagi hasil.
Setiap kali panen dalam waktu 3 kali dalam dua bulan, para petani garam ini rata-rata hanya memproleh penghasilan 750 ribu rupiah setelah hasil produksi garam di bagi dua dengan pemilik ladang.

Dengan kondisi seperti ini, para petani garam berharap pemerintah tidak lagi melakukan impor garam dengan mencabut kebijakan impor tersebut. (Ruhel).